Tampilkan postingan dengan label Economy Bab VI XI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Economy Bab VI XI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Januari 2019

hal 180

Hal 180
1.       Indeks Harga adalah.........
(a)    alat untuk mengukur tingkat perubahan harga kelompok barang dan jasa yang sering dipakai dalam sebiah rumah tangga dalam jangka waktu tertentu

2.       Harga Beras rojo Lele ndi sleman  pada bulan januari adalh rp 6000 ,sedangkan oada bulan februar i rp 6500 . indeks harganya adalah
(a). 6500/6000 x 100% = 108,33%

3.       Indeks harga tertimbng tahun 2011 atas dasar tahun 2010 adalah
2010 => 345.000 + 456.500 + 567.300 = 1.368.800
2011 => 435.000 + 654.000 + 678.000 = 1.767.500
Jadi........
1.767.500/1.368.800 x 100% = 129.12% (d)

4.       Inflasi diukur dengan menggunakan (a) Indeks
5.       Pengertian Inflasi adalah (a) suatu proses  kenaikan tingkat harga-harga barang secara umum
6.       Dari pernyataan diatas yang merupakan penyebab inflas adalah ....
(d).         1. Permintaan masyarakat meningkat
3. Adanya penambahan jumlah uang yang beredar
4. Permintaan yang lebih besar melebihi jumlah barang yang tersedia
7.       Jika Besarnya Inlasi kurang dari 10% setahun , maka dinamakan .....
(b). Inflasi Ringan

8.       Inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya produksi adalah
(d) Cost Push Inflation

9.       Inflasi yang disebabkan dari domestic inflation dan imported inflation  termasus inflasi berdasarkan (a) asal inflasi
10.   Deman Pull Inflation terjadi karena hal berikut kecuali ( a) Besarnya pajak diturunkan
11.   Inflasi akan mengunungkan pihak (d) pengusaha
12.   Yang merasa dirugikan oleh adanya inflasi adalah
(d).         1. Penabung
                2. Masyarakat berpenghasilan tetap
                3. Kreditur
13.   Yang merpakan dampak positif dari terjadinya inflasi adalah.... (c) mendorong pengusaha memperluas produksi
14.   Akibat terjadinya inflasi bagi pedagang luar negeri adalah (a) neraca perdagangan devisit dan mengurangi devisa negara
15.   Kebijakan pemerinah di bidang keuangna untunk mengatasi inflasi adalah (b) kebijakan moneter
16.   Pemerintah menggunakan cara-cara beriut untuk mengatasi inflasi kecuali (b) menaikkan pajak
17.   Untuk mengatasi inflasi pemerintah melakukan tindakan (a) mengurangi jumlah uag yang beredar
18.   Kebijakan pemeritah untuk megtasi inflasi dengan cara menjual dal membeli surat-surat berharga adalah (b) Kebijakan pasar Terbuka
19.   Peran Bank Sentral untuk mengatasi inflasi dimana mewajibkan bank-bank menaikkan cadangan kasya adalah (b) cash rasio
20.   Kebijakan dimaana kredit yang hanya diberikan untuk usaha-usaha produktif adalah ( d) pengawasan kredit

B
1.       Indeks harga adalah  Suatu ukuran statistik untuk menyatakan perubahan-perubahan harga yang terjadi dari satu periode ke periode lainnya
2.       A. Rumus perubahan laju  inflasi
B. Indeks harga
3.       12.600 / 11.500 x 100% = 109,57%
4.       Inflasi adalah gejala kenaikan harga barang yang bersifat umum dan terus-menerus.
5.      Inflsi ringan <10%/th
Inflasi sedang 10%-30% /th
Inflasi berat 30%-100% /th
Hyperinflasi >100% /th
6.      Deman Pull Inflation : Permintaan masyarakat sangat tinggi
Cost pull Inflation : Kenaikan ongkos produksi
7.       Konsumsi berkurang, Jumlah produksi berkurang,Sulit memperluas produksi karena tingginya tingkat bunga
8.      A.Kebijakan Dsikonto : mengurangi jumlah uang yang beredar dengan menaikkan B.suku bunga bank.
C.Operasi Pasar Terbuka : mengurangi jumlah uang yang beredar denga menjual Sertifikat Bank Indonesia.
D.Menaikkan cadangan kas, sehingga uang yang diedarkan bank umum berkurang.
E.Kredit Selektif : mengurangi jumlah uang yang beredar dengan memperketat pemberian kredit.
Politik sanering , yaitu pemotongan uang ct. Tahun 1965 melakukan pemotongan uang dari rp. 1000 menjadi rp.1,00
9.       Kebijakan Moneter
Kebijakan pemerintah dalam mengatur jumlah uang yang beredar dan tingkat suku bunga.
KEBIJAKAN FISKAL
Kebijakan ekonomi dalam rangka mengubah penerimaan dan pengeluaran negara
10.   Operasi Pasar Terbuka (Open Market) : mengurangi jumlah uang yang beredar denga menjual Sertifikat Bank Indonesia.


KEBIJAKAN FISKAL VI

KEBIJAKAN FISKAL
Kebijakan ekonomi dalam rangka mengubah penerimaan dan pengeluaran negara
Kebijakan Fiskal mempunyai  dua aspek
1.      Aspek Kuantitatif : jumlah uang yang harus ditarik atau dibelanjakan
2.      Aspek Kualitatif : Jenis-jenis pajak , pembayaran-pembayaran dan subsidi

Tujuan Kebijakan Fiskal
1.      Mencegah Pengangguran
2.      Stabilitas Harga

INTRUMEN KEBIJAKAN FISKAL
1.      Anggaran Defisit / Kebijakan Fiskal Ekspansif
Kebijaknan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar daripada pemasukan negara guna memberikan stimulus ekonomi
Ø  Digunakan saat ekonomi resesif
2.      Anggaran Surplus / Kebijakan Fiskal Kontraktif
Kebijakn pemerintah yang membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya.
Ø  Digunakan saat ekonomi mengalami overheating untuk menurunkan tekananan permintaan

3.      Anggaran Berimbang
Ø  Pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan

Ø  Dmaksudkan agar terjadi kepastian anggaran.

Minggu, 20 Desember 2015

KEBIJAKAN FISKAL

KEBIJAKAN FISKAL
Kebijakan ekonomi dalam rangka mengubah penerimaan dan pengeluaran negara
Kebijakan Fiskal mempunyai  dua aspek
1.      Aspek Kuantitatif : jumlah uang yang harus ditarik atau dibelanjakan
2.      Aspek Kualitatif : Jenis-jenis pajak , pembayaran-pembayaran dan subsidi

Tujuan Kebijakan Fiskal
1.      Mencegah Pengangguran
2.      Stabilitas Harga

INTRUMEN KEBIJAKAN FISKAL
1.      Anggaran Defisit / Kebijakan Fiskal Ekspansif
Kebijaknan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar daripada pemasukan negara guna memberikan stimulus ekonomi
Ø  Digunakan saat ekonomi resesif
2.      Anggaran Surplus / Kebijakan Fiskal Kontraktif
Kebijakn pemerintah yang membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya.
Ø  Digunakan saat ekonomi mengalami overheating untuk menurunkan tekananan permintaan
3.      Anggaran Berimbang
Ø  Pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan
Ø  Dmaksudkan agar terjadi kepastian anggaran.



Sabtu, 19 Desember 2015

hal 180

Hal 180
1.       Indeks Harga adalah.........
(a)    alat untuk mengukur tingkat perubahan harga kelompok barang dan jasa yang sering dipakai dalam sebiah rumah tangga dalam jangka waktu tertentu

2.       Harga Beras rojo Lele ndi sleman  pada bulan januari adalh rp 6000 ,sedangkan oada bulan februar i rp 6500 . indeks harganya adalah
(a). 6500/6000 x 100% = 108,33%

3.       Indeks harga tertimbng tahun 2011 atas dasar tahun 2010 adalah
2010 => 345.000 + 456.500 + 567.300 = 1.368.800
2011 => 435.000 + 654.000 + 678.000 = 1.767.500
Jadi........
1.767.500/1.368.800 x 100% = 129.12% (d)

4.       Inflasi diukur dengan menggunakan (a) Indeks
5.       Pengertian Inflasi adalah (a) suatu proses  kenaikan tingkat harga-harga barang secara umum
6.       Dari pernyataan diatas yang merupakan penyebab inflas adalah ....
(d).         1. Permintaan masyarakat meningkat
3. Adanya penambahan jumlah uang yang beredar
4. Permintaan yang lebih besar melebihi jumlah barang yang tersedia
7.       Jika Besarnya Inlasi kurang dari 10% setahun , maka dinamakan .....
(b). Inflasi Ringan

8.       Inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya produksi adalah
(d) Cost Push Inflation

9.       Inflasi yang disebabkan dari domestic inflation dan imported inflation  termasus inflasi berdasarkan (a) asal inflasi
10.   Deman Pull Inflation terjadi karena hal berikut kecuali ( a) Besarnya pajak diturunkan
11.   Inflasi akan mengunungkan pihak (d) pengusaha
12.   Yang merasa dirugikan oleh adanya inflasi adalah
(d).         1. Penabung
                2. Masyarakat berpenghasilan tetap
                3. Kreditur
13.   Yang merpakan dampak positif dari terjadinya inflasi adalah.... (c) mendorong pengusaha memperluas produksi
14.   Akibat terjadinya inflasi bagi pedagang luar negeri adalah (a) neraca perdagangan devisit dan mengurangi devisa negara
15.   Kebijakan pemerinah di bidang keuangna untunk mengatasi inflasi adalah (b) kebijakan moneter
16.   Pemerintah menggunakan cara-cara beriut untuk mengatasi inflasi kecuali (b) menaikkan pajak
17.   Untuk mengatasi inflasi pemerintah melakukan tindakan (a) mengurangi jumlah uag yang beredar
18.   Kebijakan pemeritah untuk megtasi inflasi dengan cara menjual dal membeli surat-surat berharga adalah (b) Kebijakan pasar Terbuka
19.   Peran Bank Sentral untuk mengatasi inflasi dimana mewajibkan bank-bank menaikkan cadangan kasya adalah (b) cash rasio
20.   Kebijakan dimaana kredit yang hanya diberikan untuk usaha-usaha produktif adalah ( d) pengawasan kredit

B
1.       Indeks harga adalah  Suatu ukuran statistik untuk menyatakan perubahan-perubahan harga yang terjadi dari satu periode ke periode lainnya
2.       A. Rumus perubahan laju  inflasi
B. Indeks harga
3.       12.600 / 11.500 x 100% = 109,57%
4.       Inflasi adalah gejala kenaikan harga barang yang bersifat umum dan terus-menerus.
5.      Inflsi ringan <10%/th
Inflasi sedang 10%-30% /th
Inflasi berat 30%-100% /th
Hyperinflasi >100% /th
6.      Deman Pull Inflation : Permintaan masyarakat sangat tinggi
Cost pull Inflation : Kenaikan ongkos produksi
7.       Konsumsi berkurang, Jumlah produksi berkurang,Sulit memperluas produksi karena tingginya tingkat bunga
8.      A.Kebijakan Dsikonto : mengurangi jumlah uang yang beredar dengan menaikkan B.suku bunga bank.
C.Operasi Pasar Terbuka : mengurangi jumlah uang yang beredar denga menjual Sertifikat Bank Indonesia.
D.Menaikkan cadangan kas, sehingga uang yang diedarkan bank umum berkurang.
E.Kredit Selektif : mengurangi jumlah uang yang beredar dengan memperketat pemberian kredit.
Politik sanering , yaitu pemotongan uang ct. Tahun 1965 melakukan pemotongan uang dari rp. 1000 menjadi rp.1,00
9.       Kebijakan Moneter
Kebijakan pemerintah dalam mengatur jumlah uang yang beredar dan tingkat suku bunga.
KEBIJAKAN FISKAL
Kebijakan ekonomi dalam rangka mengubah penerimaan dan pengeluaran negara
10.   Operasi Pasar Terbuka (Open Market) : mengurangi jumlah uang yang beredar denga menjual Sertifikat Bank Indonesia.


INDEKS HARGA VI

Indeks harga
Suatu ukuran statistik untuk menyatakan perubahan-perubahan harga yang terjadi dari satu periode ke periode lainnya

INDEKS HARGA DAPAT DIBEDAKAN MENJADI (PRONIKON)
A.      Indeks harga konsumen (IHK) (KON)
Suatu indeks yang menghitun rata-rata perubahan harga dalam satu periode dari kumpulan harga barang dan jasa yang di konsumsikan dalam kurun waktu tertentu.

B.      Indeks harga produsen (IHP) (PRO)
Perbandingan perubahan barang dan jasa yang dibeli oleh produsen pada waktu tertentu

C.      Indeks harga Nilai (IHN) (NI)
Indeks harga yang harus dibayar dan diterima oleh produsen untk biaya proses produksi

Indeks harga mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
A.      Indeks harga sebagai STANDAR PERBANDINGAN HARGA DARI WAKTU KE WAKTU
B.      Berdasarkan DATA YANG RELEVAN
C.      Ditetapkan dengan sampel bukan populasi
D.      Dihitung berdasarkan waktu yang kondisi ekonominya stabil.
E.       Caranya : harga tahun tersebut dibagi harga tahun dasar dikali 200%
TUJUAN PENYUSUNAN INDEKS harga
Untuk mengukur perubahan harga dalam periode waktu yang berbeda

Cara menyusun :
A.      Perumusan tujuan penyusunan indeks harga
B.      Sumber data akurat
C.      Pemilihan periode Dasar
D.      Pemilihan timbangan

Metode perhitungan Indeks Harga
Dibedakan menjadi dua yaitu :
a.       Metode perhitungan indeks harga tidak tertimbang
(persentase keseluruhan harga komoditi dalam setahun)

(Jumlah harga pada tahun tertentu : jumlah harga pada tahun dasar) x 100%

b.      Metode perhitungan indeks harga tertimbang
( indeks harga yang menggunakan peritungan dalam perhitungannya )
1.       Metode Laspeyres
(ditimbang dengan menggunakan faktor Kuantitas barang pada tahun dasar (Qo).
Dirumuskan sebagai berikut :
(Jumlah harga tahun tertentu. Qo) : ( Jumlah harga pada tahun dasar . Qo) x 100%

2.       Metode Paasche
(Ditimbang dengan menggunakan faktor Kuantitas pada tahun tertentu (Qn)

Dirumuskan sebagai berikut :

(Jumlah harga tahun tertentu. Qn) : ( Jumlah harga pada tahun dasar . Qn) x 100%

INFLASI
A.     Pengertian
Inflasi adalah gejala kenaikan harga barang yang bersifat umum dan terus-menerus.
a.      Kenaikan harga CT : cabe naik rp5000
b.      Bersifat umum CT : BBM naik maka barang2 lain juga ikut naik
c.       Berlangsung terus menerus CT : dikatakan Inflasi itu  jika naiknya berbulan2

B.      Penyebab Inflasi
a.      Disebabkan Ekspor- Impor
Aitu jika ekspor suatu negara lebih besar daripada ekspor... kenapa ?? karena jumlah uang yang beredar dalam negeri semakin besarakibat penerimaan devisa.
b.      Disebabkan oleh sektor penerimaan dan pengeluaran negara
Karena Pengeluaran pemerintahan sangat besar maka pemerintah menutupinya dengan mengeluarkan uang baru.
c.       Disebabkan sektor swasta
Yaitu Pengeluaran kredit yang besar.

C.      Jenis-jenis inflasi
a.      Menurut tingkat keparahan
1.      Inflsi ringan <10%/th
2.      Inflasi sedang 10%-30% /th
3.      Inflasi berat 30%-100% /th
4.      Hyperinflasi >100% /th
b.      Menurut penyebab awal inflasi
1.      Deman Pull Inflation : Permintaan masyarakat sangat tinggi
2.      Cost pull Inflation : Kenaikan ongkos produksi
3.      Inflasi permintaan dan penawaran : permintaan dan penawaran yang tidak seimbang

c.       Berdasarkan awal inflasi
1.      Domestic Inflation : Berasal dari dalam negeri
2.      Imported Inflation : tertular dari luar negeri

Pengukuran laju Inflasi
a.       Costumer Price Indeks ( CPI )
(mengukur pengeluaran rumah tnaga dalam membeli sejumlah barang keperluan hidup)

Rmus : pn/po x 100%

b.      Produsen price indeks (PPI)
Indeks yang menitikberatkan pada perdagangan besar seperti bahan mentah dsb.

c.       GNP DEFLATOR
-          Indeks berdasarkan metode paasche
-          Mencangkup jumlah barang dan jasa yang termasuk dalam hitungan GNP
CARA MENGENDALIKAN INFLASI
a.      Kebijakan Moneter
1.      Kebijakan Dsikonto : mengurangi jumlah uang yang beredar dengan menaikkan suku bunga bank.
2.      Operasi Pasar Terbuka : mengurangi jumlah uang yang beredar denga menjual Sertifikat Bank Indonesia.
3.      Menaikkan cadangan kas, sehingga uang yang diedarkan bank umum berkurang.
4.      Kredit Selektif : mengurangi jumlah uang yang beredar dengan memperketat pemberian kredit.
5.      Politik sanering , yaitu pemotongan uang ct. Tahun 1965 melakukan pemotongan uang dari rp. 1000 menjadi rp.1,00
b.      Kebijakan Fiskal
1.      Menaikkan tarif pajak
2.      Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah
3.      Mengadakan pinjaman pemerintah
c.       Kebijakan Non-moneter
1.      Menaikkan hasil produksi : pemerintah memberi subsidi
2.      Kebijakan upah : pemerintah menhimbau kepada buruh untuk tidak meminta keniakan upah saat sedang terjadi inflasi
3.      Pengawasan harga : pemerintah menentukan harga maksimum bagi barang-barang tertentu

6.      Dampak Inflasi
1.      Dampak terhadap konsumen :
A.      Kuantitas konsumsi berkurang
B.      Adanya peralihan merk menjadi barang murah
2.      Dampak Terhadao Produsen
a.      Jumlah produksi berkurang
b.      Sulit memperluas produksi karena tingginya tingkat bunga
c.       Produsen bersikap spekulatif
3.      Dampak Terhadap Distribusi
A.      Pendapatan masyarkat terganggu


Pihak-pihak yang diuntungkan :
a.Para pengusaha, yang pada saat sebelum terjadinya inflasi, telah memiliki stock/persediaan produksi barang yang siap dijual dalam jumlah besar.
b.Para pedagang, yang dengan terjadinya inflasi menggunakan kesempatan memainkan harga barang. Cara yang dipakai adalah dengan menaikkan harga, karena ingin mendapatkan laba/keuntungan yang besar.
c.Para spekulan, yaitu orang-orang atau badan usaha yang mengadakan spekulasi, dengan cara menimbun barang sebanyak-banyaknya sebelum terjadinya inflasi dan menjualnya kembali pada saat inflasi terjadi, sehingga terjadinya kenaikan harga sangat menguntungkan mereka.
d.Para peminjam, karena pinjaman telah diambil sebelum harga barang-barang naik, sehingga nilai riil-nya lebih tinggi daripada sesudah inflasi terjadi, tetapi peminjam membayar kembali tetap sesuai dengan perjanjian yang dibuat sebelum terjadi inflasi. Misalnya, para pengambil kredit KPR BTN sebelum inflasi yang mengakibatkan harga bahan bangunan dan rumah KPR BTN naik, sedangkan jumlah angsuran yang harus dibayar kepada BTN tetap tidak ikut dinaikkan.

Pihak-pihak yang dirugikan :
a.Para konsumen, karena harus membayar lebih mahal, sehingga barang yang diperoleh lebih sedikit jika dibandingkan dengan sebelum terjadinya inflasi.
b.Mereka yang berpenghasilan tetap, karena dengan penghasilan tetap, naiknya harga barang-barang dan jasa, mengakibatkan jumlah barang-barang dan jasa yang dapat dibeli menjadi lebih sedikit, sehingga pendapatan riil/nyata berkurang, sedangkan kenaikan penghasilan atau pendapatan pada saat terjadi inflasi sulit diharapkan.
c.Para pemborong atau kontraktor, karena harus mengeluarkan tambahan biaya agar dapat menutup pengeluaran-pengeluaran yang diakibatkan terjadinya inflasi dan mengakibatkan berkurangnya keuntungan yang diperoleh dari proyek yang dikerjakan.
d.Para pemberi pinjaman/kreditor, karena nilai riil dari pinjaman yang telah diberikan menjadi lebih kecil sebagai akibat terjadinya inflasi. Misalnya, sebelum inflasi, pinjaman Rp 500.000,00 = 25 gram emas, sesudah inflasi = 20 gram emas.
e.Para penabung, karena pada saat inflasi bunga yang diperoleh dari tabungan dirasakan lebih kecil jika dibandingkan dengan kenaikan harga yang terjadi. Di samping itu akibat naiknya harga barang-barang dan jasa, nilai uang yang ditabung menjadi lebih rendah/turun, jika dibandingkan dengan sebelum terjadi inflasi.

KEBIJAKAN MONETER BAB VI


Kebijakan Moneter
Kebijakan pemerintah dalam mengatur jumlah uang yang beredar dan tingkat suku bunga.
Tujuan Kebijakan Moneter
1.      Menjaga stabilitas Ekonomi (Kestabilan)
2.      Menjaga kestabilan harga
3.      Meningkatkan kesempatan kerja
4.      Memperbaiki neraca perdagangan dan neraca perdagangan
(pemerintah mengendalikan neraca perdagnagan luar negeri menjadi surplus (Ekspor lebih besar daripada impor) atau minimal seimbang. Yaitu pemerintah melakukan kebijakan Devaluasi ( menurunkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing)

Instrumen Kebijakan Moneter
a.      Kebijakan Moneter Kuantitatif
1.      Kebijakan Pasar Terbuka yaitu kebijakan pemerintah untuk mengurangi peredaran uang dengan cara melakukan jual beli surat-surta berharrga
Ø  Saat ekonomi mengalami resesi – uang perlu ditambah – bank sentral membeli surat2 berharga – uang yang beredar bertambah juumlahnya
Ø  Saat ekonomi mengalami inflasi – uang perlu dikurangi – bank sentral menjual surat2 berharga – uang yang beredar berkurang jumlahnya

2.      Mengubah tingkat Diskonto
Tingkat bunga diskonto yaitu tingkat bunga yang ditetapkkan pemerintah kepada bank umum dalam meminjam terhadap bank sentral
Ø  Saat ekonomi resesi – uang perlu ditambah – tingkat bunga pinjaman (diskonto) turun – bank umum semakin banyak meminjam ke bank sentral – uang yang beredar pun bertambah
Ø  Saat Ekonomi Inflasi – uang perlu dikurangi – tingkat bunga pinjaman naik – bank umum hanya sedikit meminjam ke bank sentral – uang yang beredar semakin sedikit

3.      Mengubah Tingkat Cadangan Minimum
Ø  Jika rasio cadangan wajib diperbsesar , maka kemampuan bank memberikan kredit kecil – uang yang beredar berkurang
Ø  Jika rasio cadangan wajib diperkecil, maka kemampuan bank memberikan kredit semakin besar – uang yang beredar pun semakin banyak.

b.      Kebijakan Moneter Kuanlitatif
1.      Pengawasan Kredit secara Selektif
Yaitu memastikan bahwa bank umum memberikan kredit/pinjaman sesuai dengan program yang dijalankan pemerintah
2.      Imbauan Moral
Yaitu otoritas moneter mengarahkan dan mengedalikan uang yang beredar CT . Peerintah menyarankan bank umum untuk berhati-hati dalam memberikan kredit dalam jumlah besar